Minggu, 17 Maret 2013

DANA TALANGAN BAGI SIPRUS Krisis utang Eropa masih ada, Siprus dapat bailout

 Krisis utang Eropa masih ada, Siprus dapat bailout
BRUSSELS. Para menteri zona Eropa sepakat memberi Siprus dana talangan senilai 10 miliar euro (setara US$ 13 miliar). Bailout itu turun lantaran Siprus terancam bangkrut.

Siprus menjadi negara kelima setelah Yunani, Irlandia, Portugal, dan Spanyol yang terpaksa meminta bantuan zona Euro dalam serial krisis utang Eropa sejak 2010.

Setelah 10 jam rapat semalam, para menteri keuangan dari blok euro baru setuju meneken paket bail out yang lebih kecil dari harapan Siprus. Dana talangan itu terutama ditujukan untuk merekapitalisasi bank-bank di negeri kepulauan Mediterania itu. Bank-bank tersebut terpukul keras oleh restrukturisasi utang Yunani tahun lalu.

"Grup Euro mampu mencapai kesepakatan politik dengan otoritas Siprus dalam perjanjian ini. Bantuan keuangan untuk Siprus ditujukan untuk menjaga stabilitas keuangannya dan zona Euro secara keseluruhan," ujar Menteri Keuangan Belanda Jeroen Dijsselbloem yang mengetuai rapat itu kepada wartawan.

Menurut info pejabat senior zona Euro kepada Reuters, Siprus setuju untuk menaikkan pajak perusahaan sebesar 2,5%-12,5% sebagai ganti paket dana darurat itu.

Siprus juga akan mengenakan pajak 9,9% dari nilai deposito yang berjumlah di atas 100.000 euro di bank. Untuk nilai yang lebih kecil, dikenakan pajak 6,75%. Akan ada juga pajak bunga deposito.

Kebijakan pajak tersebut diharapkan dapat menambah pendapatan Siprus dan membatasi jumlah pinjaman yang diperlukan dari zona Euro. Dengan begitu, utang Siprus bisa ditekan sehingga negara itu dapat membayarnya.

Secara terpisah, menteri-menteri zona Euro setuju menambah jangka waktu (maturity) dana darurat Irlandia dan Portugal. Ini dilakukan untuk memuluskan kembalinya kedua negara ke pasar pembiayaan tahun ini dan tahun depan.

Sambut IMF

Menurut Dijsselbloem, dengan paket dana darurat, utang Siprus bisa turun ke 100% dari PDB di tahun 2020. Ia menambahkan, zona Euro juga menyambut bailout dari International Monetary Fund (IMF).

Pimpinan IMF chief Christine Lagarde yang menghadiri rapat di Brussels itu mengatakan, IMF sedang mempertimbangkannya. Selama ini IMF memainkan peranan penting dalam sejumlah bailout zona Euro.

"Kami percaya proposal itu berkelanjutan bagi ekonomi Siprus, karena itu dibiayai penh. IMF menimbang untuk berkontribusi dalam paket ini...jumlah pastinya masih belum ditentukan," ujarnya.

Derita Siprus

Siprus merupakan negeri kepulauan kecil dengan PDB hanya mendekati 0,2% dari total ekonomi blok Euro. Negara yang beribukota Nikosia ini mengajukan permohonan bailout Juni tahun lalu. Namun, negosiasi bailout terhambat oleh pemilu presiden di Februari.

Tanpa bantuan darurat, Siprus akan mengalami gagal bayar sehingga mengancam kepercayaan pasar terhadap keuangan zona Euro.

Siprus tadinya memperkirakan kebutuhan dana daruratnya mencapai 17 miliar euro. Jumlah itu nyaris sebanding dengan nilai output ekonominya dalam setahun. Sebanyak 10 miliar euro dari dana itu direncanakan untuk merekapitalisasi bank, sedang 7 milar euro lainnya untuk membayar utang dan membiayai operasional umum pemerintahan.

Namun, permintaan itu tak dikabulkan. Sebab, pinjaman sebesar itu dapat menaikkan tingkat utang ke level yang sangat tinggi sehingga bakal sulit bagi Siprus untuk membayarnya.

Para pembuat kebijakan zona euro berpikir bahwa Siprus hars mencukupi kekurangannya dengan usaha sendiri. IMF telah menekankan ide bahwa para deposan di bank-bank Siprus harus menanggung sebagian ongkos bailout negaranya. Namun, baik Siprus, Komisi Eropa, maupun beberapa anggota ECB menolak usul ini.

Tetap saja, pada akhirnya para deposan bakal terkena dampaknya.

"Ukuran sektor perbankan sangat besar sehingga kami harus membentuk program yang sangat spesifik, dan kami pikir ini membenarkan kami untuk melibatkan para deposan," kata Dijsselbloem.

Sumber :Kontan

Nikkei anjlok tersengat Siprus

Nikkei anjlok tersengat Siprus
TOKYO. Kasus permintaan bailout di salah satu negara Eropa mulai berimbas ke pasar Asia. Saham Jepang yang baru saja bangkit dengan energi domestik dipaksa jatuh ke level terdalam tiga pekan.
Penyebabnya, nilai tukar yen kembali naik seiring kekhawatiran terjadinya penarikan dana simpanan secara besar-besaran di Siprus. Nikkei 225 anjlok 1,7% menjadi 12.359,73 pada pukul 9:48 di pasar Tokyo. Ini adalah penurunan terbesar sejak 26 Februari. Indeks Topix mundur 1,3% ke 1.037,65 dengan semua 33 kelompok industri negatif.
"Reaksi pertama dari Eropa terjadi lagi, dan ada risiko penularan," ulas Shane Oliver, kepala strategi investasi di AMP Capital Investors Ltd, di Sydney. Indeks belum akan normal kembali sampai pasar mendapatkan kejelasan mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Toyota Motor Corp, produsen mobil terbesar dunia, turun 2% setelah yen menguat terhadap semua mata uang utama dunia. Nippon Sheet Glass Co, yang 41% total pendapatannya berasal dari Eropa, minus 1,8%. Panasonic Corp naik 1,6% setelah surat kabar Nikkei melaporkan, perusahaan ini keluar dari bisnis televisi plasma.

Sumber : Kontan

10 saham Blue Chip Ditaksir Menguat, 4 Melemah

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih membentuk pola bullish harami, mengindikasikan IHSG bakal balik arah menugat (bullish reversal) hari ini. IHSG diperkirakan berada pada kisaran 4.774-4.848.

Menurut Kepala Riset MNC Securities Edwin Sebayang, beberapa saham bakal mengikuti pergerakan IHSG, seperti Saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan kisaran Rp39.800-Rp40.900, membentuk pola White Closing Marubozu terbentuk atas ITMG mengindikasikan bullish reversal.

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan kisaran Rp9.800-Rp10.200, membentuk pola White Closing Marubozu terbentuk atas BMRI mengindikasikan bullish reversal. Saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) dengan kisaran Rp17.900-Rp18.650, membentuk pola White Closing Marubozu terbentuk atas SMGR mengindikasikan bullish reversal.

Saham PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dengan kisaran Rp600-Rp650, membentuk pola Bullish Harami terbentuk atas WSKT mengindikasikan bullish reversal. Saham PT Bukit Serpong Damai Tbk (BSDE) dengan kisaran Rp1.610-Rp1.690, membentuk pola White Marubozu terbentuk atas BSDE mengindikasikan bullish reversal.

Saham PT Agung Summarecon Tbk (SMRA) membentuk pola White Closing Marubozu terbentuk atas SMRA mengindikasikan bullish reversal. Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan kisaran Rp15.300-Rp15.700, membentuk pola Bullish Harami terbentuk atas PTBA mengindikasikan bullish reversal.

Saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dengan kisaran Rp5.650-Rp5.900, membentuk pola White Closing Marubozu terbentuk atas JSMR mengindikasikan bullish reversal.

Sementara dua saham ditaksir masih menuai sentimen positif, yakni saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dengan kisaran Rp5.250-Rp5.500, membentuk pola Two White Soldiers terbentuk atas PGAS mengindikasikan bullish continuation, dan saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dengan kisaran Rp8.350-Rp8.850, membentuk pola Three White Soldiers terbentuk atas MAPI mengindikasikan bullish continuation.

Meski demikian ada beberapa saham yang akan terimbas sentimen negatif, seperti saham PT United Tractor Tbk (UNTR) dengan kisaran Rp18.900-Rp19.950, membentuk pola Two Black Crows terbentuk atas UNTR mengindikasikan bearish continuation. Saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan kisaran Rp7.400-Rp8.000, membentuk pola Four Black Crows terbentuk atas ASII mengindikasikan bearish continuation.

Saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan kisaran Rp7.050-Rp7.650, membentuk pola Two Black Crows terbentuk atas INDF mengindikasikan bearish continuation. Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dengan kisaran Rp10.000-Rp10.800, membentuk pola Three Black Crows terbentuk atas TLKM mengindikasikan bearish continuation.
(mrt)

 Sumber : OkeZone

Dolar AS Masih akan Hambat Langkah Rupiah

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada hari ini diprediksi masih tidak terlalu banyak pergerakan, dan masih berada di level Rp9.690-Rp9.710 per USD. Hal tersebut dipengaruhi semakin membaiknya ekonomi AS, lantaran Rilis data pengajuan klaim jaminan sosial di AS, lebih baik dari ekspektasi.

"Kondisi ini diprediksi akan membuat USD akan menguat terhadap mata uang lain termasuk rupiah. Untuk itu BI perlu mengantisipasi pelemahan rupiah dengan melakukan intervensi ke pasar uang," kata Analis rupiah R Anggoro Widagdo di Jakarta, senin (18/3/2013).

Selain itu, untuk minggu ini yang perlu menjadi perhatian bagi pelaku pasar adalah rencana pemerintah memformulasikan kembali kebijakan subsidi bahan bakar.

Adapun sentimen positif bagi kawasan Asia, datang dari Jepang dimana Parlemen Jepang akhirnya menyetujui Haruhiko Kuroda sebagai gubernur Bank of Jepang (BoJ) berikutnya. Kuroda juga membuka jalan untuk stimulus moneter agresif yang dicanangkan oleh Perdana Menteri Shinzo Abe, sebagai bagian rencana ekonominya.

Target dari Pemerintah kepada BOJ adalah dengan segera menyiapkan langkah kebijakan untuk mencapai target inflasi dua persen. Dengan kondisi ini, Abe bisa memuluskan janji politiknya untuk mengakhiri deflasi dengan pembelanjaan besar.

Fokus kini tertuju ke apa yang akan dilakukan BOJ dalam rapat pertamanya di bawah kepemimpinan Kuroda, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden ADB selama delapan tahun. Rapat BOJ selanjutnya digelar pada 3-4 April nanti, di sinilah kemungkinan Kuroda meluncurkan stimulusnya.

"Kuroda berjanji akan bertindak cepat dan melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai target inflasi. Janji itu memicu spekulasi ia bisa menggelar rapat lebih cepat dari jadwal. Kuroda dan Iwata pernah mengimbau BOJ perlu membeli obligasi pemerintah jangka lebih panjang untuk mendorong ekspektasi inflasi," tutup dia.

Sekadar informasi, pada perdagangan akhir pekan lalu, rupiah ditutup stagnan ke level Rp9.703-Rp9.707 per USD setelah sebelumnya pada hari Kamis ditutup di level Rp9.702-Rp9.707 per USD. Stagnannya kondisi ini diakibatkan minimnya sentiment positif terhadap ekonomi global dan masih menunggunya para pelaku pasar terhadap pertemuan para pemimpin Eropa di Brussels. (mrt)

Sumber : OkeZone

IHSG Ditaksir Bergerak di 4.792-4.862

Ilustrasi. (Foto: Reuters)
Ilustrasi. (Foto: Reuters)
JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan downreversal meski terbatas. IHSG akan mencoba bertahan menguat, meski nantinya kemungkinan akan cenderung bergerak variatif.

Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada mengungkapkan, diharapkan masih ada tenaga pendorong sentimen, baik dari internal maupun eksternal, untuk mempertahankan laju IHSG agar tidak kembali melemah

"Setidaknya IHSG sudah berhasil bertengger di atas batas target support sebelumnya kami (4.749-4.765) meskipun gagal bertahan di range target resisten kami," kata dia di Jakarta, Senin (18/3/2013).

Sementara itu IHSG berpola menyerupai inverted hammer di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih cenderung turun dengan histogram positif yang turun. RSI, William's R. "Melihat pola yang terbentuk maka pada perdagangan hari ini diprediksi menguat di kisaran support 4.792-4.808 dan resistance 4.825-4.862," katanya.

Sementara itu bursa saham Asia cenderung positif dengan imbas laju indeks saham AS yang menghijau, setelah majelis mendukung calon dari Shinzo Abe, yakni Haruhiko Kuroda sebagai Gubernur Bank of Japan (BoJ), kabar tersebut memberikan sentimen positif.

Di sisi lain, para pemimpin Uni Eropa mendukung penilaian anggaran struktural. Sementara Prancis, Spanyol, dan Portugal membutuhkan waktu ekstra untuk menurunkan defisit.

"Bursa saham Eropa berbalik negatif di tengah pertemuan dua hari Euro Summit. Pelaku pasar melihat sikap para pemimpin Eropa yang mulai melunak terhadap kebijakan anggaran nasional dalam menghadapi resesi di wilayah Euro," ujar dia. (mrt
 
Sumber : OkeZone

IHSG Bakal Lanjutkan Penguatan Pekan Lalu

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA -  Mengawali pekan ini, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan berpeluang untuk menguat, namun sedikit terbatas. IHSG diperkirakan berada pada kisaran support-resistance 4.800-4.860.

Menurut Research Analyst Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, peluang penguatan yang terjadi didorong oleh sentimen positif yang terjadi baik di dalam negeri maupun global.

"Pada perdagangan pekan lalu, IHSG berhasil rebound, kenaikannya tidak lepas dari sentimen positif yang berasal dari global. Sehingga, ini menutup kekhawatiran investor akan ketidakpastian dari kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," ujarnya di Jakarta, Senin (18/3/2013).
  
Dia melanjutkan, menurutnya IHSG berhasil rebound pada perdagangan terakhir pekan lalu tak lepas dari sentimen global juga. Kenaikannya, tidak lepas dari keberhasilan bursa Amerika Serikat (AS) yang terus mencatat rekor baru. "Penguatan ini didorong oleh data tunjangan pengangguran yang tercatat terendah dalam dua bulan terakhir," tukas dia.

Selain itu, dia menilai pergerakan bursa saham Eropa juga turut menguat ke level tertingginya dalam 4,5 tahun terakhir sebelum memulai meeting dua hari di Brussel untuk membicarakan bailout untuk Cyprus. (mrt
 
Sumber: Okezone
 

Rupiah Bakal Buntuti Penguatan Euro

Ilustrasi. (Foto: Okezone)
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan mengalami kenaikan tipis. Hal tersebut dipengaruhi beberapa sentimen yang berasal dari global seperti Eropa dan AS.

Menurut Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada, pergerakan rupiah dipengaruhi pernyataan Gubernur Bank of Eropa (BoE), Mervyn King, yang mengatakan bahwa Bank Sentral tidak akan berusaha untuk melemahkan euro.

"Pernyataan tersebut kontras dari pernyataan sebelumnya, dimana pro moneter longgar dengan menginginkan nilai tukar euro yang lebih lemah," kata dia di Jakarta, Senin (18/3/2012).

Sementara itu, dia mengatakan penguatan terbatas rupiah masih disebabkan apresiasi dolar AS yang didukung oleh membaiknya data-data ekonomi.

Jika sebelumnya telah dirilis kenaikan penjualan ritel AS, kemarin dirilis data klaim pengangguran dan neraca lancar AS yang cukup positif sehingga menunjukkan berlanjutnya pemulihan pertumbuhan ekonomi di AS.

"Di sisi lain, timbul sedikit kekhawatiran terhadap percepatan penarikan stimulus moneter dari The Fed," tukas dia. (mrt)
 
Sumber : Okezone